Trip to #Papua [Part1]

Alunan suara ratih purwasih “kisah sedih di hari minggu” sengaja saya pilih untuk menemaniku menuliskan pengalamanku explore Jayapura kali ini, sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menuliskan cerita  yang satu ini  kedalam blog saya. Sebuah perjalanan yang bener bener takkan pernah terlupakan dalam sejarah hidup saya. Tepatnya akhir bulan september 2011, baru kemaren ya ternyata secara sekarang sudah tanggal 31 desember 2011. Sebenarnya ini bukan pengalaman pertama kali saya explore luar jawa setelah ternate, manado, banjarmasin, dan masih banyak kota kota lagi yang pernah saya singgahi.
“OK, siap pak” jawab saya seketika ketika di sodori sebuah job untuk acara music yang di sponsori oleh PT. HM Sampoerna, kapan lagi bisa ke daerah paling timur indonesia secara gratis tis tis hehehe sebuah kesempatan langka bagi saya karena belum pernah ngebayangi sebelumnya iseng iseng searcing di google harga tiket jakarta-jayapura sebesar 1.650 ribu rupiah untuk sekali jalan wheww bagi saya yang ndeso bin katrok :D.
“SEHARI SEBELUM KEBERANGKATAN”
Seperti biasa dari Semarang kami tim hanya bertiga diantaranya saya sebagai camera personnya dan dua teman saya satunya sebagai camera person juga dan satunya lagi sebagai operatornya kali ini kami berangkat menggunakan jasa travel agen tepat habis maghrib kami berangkat ke jakarta karena kami harus bareng dari jakarta bersama tim Event Oranizer dari jakarta, setelah sekitar dua belas jam perjalanan akhirnya sampe juga di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan di basecamp nya mas Ari Lasso, di jakarta pun kami harus menunggu sehari karena jadwal pesawat kami sekitar pukul 22.00 WIB.
“@Soekarno-hatta Int’l Airport”
 Setelah sehari bermalas malasan akhirnya sekitar pukul 20.00 saya bersama team tiba di bandara international Soekarno-Hatta terminal keberangkatan 1A karena kami menggunakan Jasa Lion Air, sekitar 30 menitan kami melakukan ceckin dan menitipkan semua barang bawaan kami kemudian sembari menunggu karena masih ada waktu sekitar sejam  kami bertiga sengaja mencari isi perut yang murah meriah di sekitar bandara dan akhirnya menemukan sebuah warung padang dengan masakan daging rendangnya  bisa kami nikmati cukup dengan merogoh kocek 18.000 rupiah :D, setalah terasa kenyang  kamudian  kembali ke ruang tunggu bandara tepatnya dilantai atas, tak selang berapa lama kemudian pesawat Lion air yang akan mengantar kami ke papua pun datang dan harus menunggu sekian menit lagi sementara cabin pesawat masih di bersihkan, dan akhirnya pemberitahuan untuk penumpang lion air jurusan Jayapura pun mulai terdengar, dengan penuh semangat saya pun berbegas ntah kenapa kali ini bener bener bersemangat padahal sudah beberapa kali naik pesawat :D.
 dua setengah jam  lama perjalanan malam itu sekitar pukul 01.30 WITA selang satu jam dari waktu jakarta akhirnya tiba di bandara int’l sultan hasanuddin Makassar karena sesuai prosedur penerbangan harus transsit sekitar 30 menit untuk mengisi bahan bakar, setelah istirahat sejenak di ruang tunggu perjalanan pun di lanjutkan kembali, sempet tidur tiga jam di cabin dan sepertinya tuhan akan memperlihatkan keindahan alamnya dengan mebangunkan saya di waktu matahari mulai terbit dari timur, subhanAllah seketika dihati saya melihat keindahan alam iki sungguh suatu pengalaman yang tak terlupakan. Makin lama makin terang….lagi lagi hati sulit menahan untuk memuji alangkah indahnya pesona karyaMu. Di bawah salah satu pulau entah pulau apa di pulau Irian jaya, wheww…
Setelah cukup puas menikmati indahnya alam indonesia sekitar pukur 06.45 WIT kami tiba di bandara Sentani Jayapura, setibanya di bandara sentani sudah E/O local dari jayapura yang telah menyambut rombongan dan kami sudah disiapkan pula satu pick up untuk barang barang kami dan dua inova untuk mengantarkan kami menuju Aston hotel jayapura, selama perjalanan dari bandara sentani menuju jayapura city kami disuguhi pemandangan alam yang begitu menakjubkan yaitu pemandangan alamnya yang wheww satu diantaranya yaitu danau sentani sekali lagi hanya subhalallah yang terucap, Danau sentani adalah danau terbesar di Papua. Menurut sejarahnya, danau ini dahulu kala menjadi satu dengan samudara pasifik, namau karena pergeseran lempeng danau ini akhirnya terpisah menjadi satu dengan samudra pasifik, namun karena pergeseran lempeng danau ini akhirnya terpisah menjadi sebuah danau tersendiri. Danau ini sangat jernih terlihat, warna laut yang membiaskan sinar marahari membuat warna danau ini menjadi sedikit terlihat keperakan. sesampainya di aston seusai menaruh barang bawaan dilanjut tepar alias ngorok haaahaha, perjalanan belum selesai, tulisannya dilanjut kapan2 hehe 😀 more picture http://arsul.blogspot.com/2011/12/my-story-to-papua.html
@Syamarsul | www.arsul.com

Tentang Syam arsul

Syam Arsul ( @syamarsul ) Sudah menulis 5 artikel di blog ini.

I am Syam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
[+] parampaa emoticons by masova, Edited by loewyi Modified from nartzco