Teruslah Berkarya Jangan Berharap Pada Kades

pilkades rembangSugeng Enjing dulur-dulur Rembang dan sekitarnya, gimana kabarnya? lama nih saya gak updet blog Gerbang. Maklum belum sempat ada waktunya, ini juga saya sempat-sempatkan di tengah padatnya jadwal liburan…eh salah jadwal kerjaan maksudnya…hehe.

Saya dapat info, pekan yang lalu desa-desa di Rembang pada ngadain pilkades (pemilihan kepala desa) ya, bagaimana hasilnya di desa masing-masing? Tolong live report-nya via komentar ya, haha…Saya sendiri gak sempat pulang ke Pamotan buat nyoblos atau nyontreng.

Ngomong-ngomong Pilkades, menurut saya merupakan ajang yang paling tepat untuk penerapan demokrasi karena ruang lingkup wilayahnya relatif lebih kecil sehingga rakyat atau masyarakat bisa mengenal secara langsung calon pemimpinnya. Dalam hal ini terkait profil, rekam jejak, program dan lain-lain. Berbeda dengan pemilu atau pilpres yang gak kenal calon-calonnya tapi disuruh milih sama parpol. Kalaupun tahu, itu pun kata media atau kata orang lain yang susah dibuktikan kebenarannya dan akhirnya memang betul hanya janji-janji dan omong kosong belaka. Jadi saya sendiri memilih Golput tiap kali ada pemilu atau pilpres itu…haha…ora takon….

Yang paling ditunggu dari pesta demokrasi desa ini sebenarnya adalah amplopan yang berisi uang dari para calon kades. Pemberian uang ini biasa disebut serangan fajar atau bahasa linggise money politic. Besarannya variatif mulai dari 50rb – 100rb. Lumayanlah buat warga-warga desa daripada gak ada, dan itu sudah menjadi rahasia umum. Masalah nanti kadesnya nakal atau korupsi untuk balik modal nyalon dan nyari untung tampaknya tak menjadi pikiran serius bagi warga, yang penting terima duit, coblos…Tapi sayange saya belum pernah dapet…wkwk…wani piro? Nanti tak kampanyekan di blog ini…haha guyon bro…bisa-bisa saya dipecat dari keanggotaan Gerbang… Saya dan kita semua pasti lebih seneng lagi kalo ada calon kades bagi-bagi uang, setelah terpilih gak korupsi dan terus bagi-bagi uang tiap hari…wkwk…lumo tenan, duike mbah-mu…ono ora yo pemimpin koyo ngono? [ngayaldotblogspotdotcom].

Saya sendiri kurang begitu tahu secara detail apa saja sih status, fungsi dan wewenang seorang kades. Apakah cuma sekedar jabatan formalitas dan menangani urusan-urusan yang sifatnya administratif? Atau beliau bisa punya wewenang layaknya camat, bupati atau gubernur tapi dalam level desa yang dia pimpim? Tapi saya kira yang lebih penting pemimpin harus mampu menyadarkan dan menggerakkan masyarakatnya sehingga diperlukan modal kepercayaan dan kelegaan hati dari rakyat yang dipimpinnya. Kalau salah mohon dikoreksi, soalnya saya gak pernah baca UU terkait kades, males baca pasal-pasal merasa terintimidasi saya…haha…denger-denger sih katanya di UU yang baru nanti setiap desa akan dapat anggaran keuangan yang lumayan besar dan akan dioptimalkan adanya Badan Permusyaratan Desa atau semacamnya.

Pengalaman saya ketika jadi warga di desa saya, membuktikan bahwa kades kerjanya cuma gitu-gitu aja gak membawa perubahan. Mungkin ada kades yang bagus tapi gak di daerah desa saya, saya sih cuman berharap kades-kades baru yang terpilih lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Saya juga siap 1000% 2000% (lebaydotcom koyok presiden hihi) mendukung program-program yang akan dilaksanakan para Kades jika dibutuhkan haha… koyok wong penting ae cah. Bahkan saya siap syukuran sama temen-temen Blogger Rembang, kalo ada kades di desa temen-temen yang berhasil melaksanakan janji-janji/programnya, saya siap traktir teman-teman blogger makan di warung angkringan Jogja sekenyangnya haha… Tolong teman-teman yang punya usulan program kerja desa atau pengalaman lain mengenai kinerja dan program-program konkret kepala desanya yang bagus di-share di sini ya. Kalau saya sendiri memang gak bisa membawa perubahan dan melakukan terobosan-terobosan sehingga gak berani nyalon jadi kades…wkwk…dapuranku….

Wes lah gitu ae…Pilkades itu hanya urusan kecil dan parsial dari penyakit Negara kita yang komplikatif dan saling berkaitan, kalo mau ngomong permasalahan dan solusi itu harus komprehensif…haha…guayaku wes koyok pengamat politik rung tompo bayaran. Prioritas problem kita yang utama itu buanyak dan akut di bidang pertanian, pertambangan, kelautan, pendidikan, kesehatan, konspirasi asing dan lain-lain yang tidak akan cukup di tulis di blog ini. Wong kita mbedakan dan misahkan antara Negara dengan Pemerintah aja belum bisa kok haha… Kapan-kapan kita bahas satu per satu. Yang penting jangan putus asa, teruslah bekerja jangan berharap pada Negara…hihi… kalau perlu anggap tidak ada Negara…wkwk…gak ono negoro yo ora ono Rembang bro, ora gawe Gerbang no…xixi…guyon bro. KTP iku kan cuman administrasi formalitas nggo ngredit montor, sing penting podo menungsone ayo podo gae apik… Mohon maaf kalo ada bapak atau saudaranya yang jadi Kades, jangan marah dan tersinggung. Wong Rembang iku gak gampang tersinggung, pesimis, frustasi trus ngamukan…piss…

Salam olahraga… Jangan lupa mampir di proyek baruku ya, di toko buku impor (nitip backlink ceritane). Asyik….Salam #jiantoki #kakekane haha…

Tentang Amix

Sudah menulis 66 artikel di blog ini.

Dipanggil Amix oleh keluarga dan teman-temannya. Pendiri sekaligus Admin Komunitas Blogger Rembang. Cuman iso copy paste terus edit-edit sithik kanggo Rembang.

One Response to Teruslah Berkarya Jangan Berharap Pada Kades

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
[+] parampaa emoticons by masova, Edited by loewyi Modified from nartzco