Lasem Punya Gawe, Festival Lasem 2013

festival-lasem-jelajah-sungai-lasem

Mulai tanggal 13 oktober 2013 Lasem punya gawe yang besar. Acara demi acara akan dihelat selama kurang lebih delapan hari. Nah berikut ini saya copas informasi lengkapnya dari fanspage Festival Lasem.

Festival Lasem merupakan sebuah kegiatan Seni dan Budaya yang diadakan oleh masyarakat Lasem. Kegiatan ini menjadi sebuah respon masyarakat yang bertujuan demi menyemarakkan dan turut serta nyengkuyung atau meramaikan tradisi tahunan masyarakat muslim yang ada di daerah Lasem yang telah berlangsung selama berabad-abad yaitu peringatan Penjamasan Bende Becak Sunan Bonang, peringatan Haul Mbah Srimpet / Pangeran Tejakusuma I (Adipati Lasem sekaligus pendiri Masjid Jami’ Lasem) dan Haul Mbah Sambu (Tokoh Penyebar Islam awal di Lasem). Melalui Basic Kesejarahan, Kesenian (tradisi dan modern) dan Budaya juga mengangkat nilai-nilai Pluralitas masyarakat Lasem yang merupakan warisan nilai Para Pendahulu Lasem menjadi pondasi awal kegiatan Festival Lasem ini.

Kegiatan ini telah melibatkan sebagian besar masyarakat Lasem termasuk para pecinta sejarah, para seniman, para pengrajin batik, masyakarat muslim dan komunitas tionghoa dan juga pecinta seni dan budaya yang ada di daerah Lasem untuk turut serta berpartisipasi dan nyengkuyung even budaya ini. Atas dasar semangat yang sama dan tujuan yang sama, yakni mengangkat potensi Kesejarahan, Seni dan Budaya yang ada di daerah Lasem, mengingat pada zaman dahulunya Lasem merupakan kota yang besar selama berabad-abad yang mana peninggalan-peninggalan Para Pendahulu berupa situs-situs kota Tua, peninggalan benda-benda bersejarah, riwayat / sejarah kebesaran kota Lasem juga peninggalan berupa Nilai-Nilai luhur Para Pendahulu masih tetap ada, tetap terawat, terjaga dan tak tergeser arus kemajuan zaman sekarang ini. Selain juga sebagai langkah awal memperkenalkan kembali kepada masyarakat Lasem khususnya kepada generasi muda sehingga dapat menumbuhkan rasa kepedulian dan rasa memiliki terhadap apa-apa yang telah ada di kota Lasem ini.

Sebagai sebuah even Kebudayaan yang pertama kali ini melibatkan sebagian besar masyarakat Lasem dan juga baru pertama kali ini diadakan di daerah Lasem, kegiatan ini sepenuhnya dilaksanakan dengan usaha gotong royong atau Swadaya masyarakat Lasem sendiri dan tidak mendapatkan bantuan material berupa sponsorhip selain daripada individu – individu atau kelompok usaha yang ada di daerah Lasem itu sendiri, dan diharapkan even ini nantinya dapat menjadi Even Budaya Tahunan yang menjadi sebuah kegiatan yang memberikan edukasi / pendidikan, hiburan, dan yang terpenting menjadi sebuah kegiatan yang mengangkat potensi-potensi lokal dan wisata melalui sejarah, seni, budaya dan peninggalan-peninggalan di daerah Lasem sehingga nama kota kecil Lasem ini dapat dikenal dikancah Nasional bahkan Internasional, memajukan sektor wisata dan dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat Lasem pada umumnya.

Kegiatan – Kegiatan Festival Lasem

1. Napak Tilas Pejuang Perang Lasem.
Maksud daripada kegiatan ini adalah Napak Tilas sekaligus memperkenalkan Sejarah dan Pejuang-Pejuang Perang Lasem kepada masyarakat Lasem, khususnya kepada generasi muda. Dengan tujuan membangkitkan rasa Patriotisme dan kecintaan pada sejarah dan kearifan lokal yang ada di Lasem.

Diikuti khusus Pelajar dari SD, SMP dan SMA / SMK yang sederajat di wilayah Kecamatan Lasem. Target 100 Peserta. Kegiatan berupa Napak Tilas Sejarah Perang Lasem / Nyekar Makam Pahlawan Lasem.

Route dan Pos Kegiatan :

  • Makam Tan Sin Ko (Dukuh Narukan, Desa Doro Kandang)
  • Makam Panji Margono (Dukuh Sambong, Desa Doro Kandang)
  • Makam Kyai Ali Badawi (Kompleks Pemakaman Masjid Jami’ Lasem)
  • Gunung Bugel (Makam Oe Ing Kiat, Bupati Lasem)

2. Kampung Seribu Lampion
Telah sejak berabad-abad lamanya lasem dikenal dengan nama Le Petit Chinois / Kota Tiongkok kecil. Ini dikarenakan pemukiman-pemukinan cina tua yang berada di sekitaran kota Lasem. Peninggalan situs tata kota dan deretan bangunan rumah-rumah cina tua sampai saat ini masih dapat dilihat di kota Lasem ini. Maka pada kegiatan Festival Lasem dalam rangka memperingati haul Mbah Sambu, Mbah Srimpet maka salah satu desa dengan komunitas pecinan yang ada di Lasem, yaitu desa Karang turi akan dihiasi dengan berbagai lampion selama kegiatan perayaan Haul Mbah Sambu, Mbah Srimpet berlangsung. Selain itu juga, Desa Karangturi akan dijadikan sentral kegiatan-kegiatan pagelaran seni dan budaya.

3. Pameran Foto Arkeologi & Seni Lukis
Kegiatan berupa pameran foto situs-situs dan benda-benda bersejarah hasil temuan yang ada di Lasem. Kegiatan akan menggunakan salah satu rumah cina tua di daerah Desa Karang Turi atau yang dikenal dengan nama Le Petit Chinois.

4. Pasar Batik Tulis Lasem
Batik tulis lasem merupakan salah satu karwa warisan para leluhur yang keberadaannya saat ini sudah tak asing lagi di dunia perbatikan Nasional bahkan dunia. Batik Tulis Lasem dapat dikatakan sebagai salah satu batik pesisir yang memiliki sejarah panjang dan tua dibandingkan daerah-daerah lain. Motifnya yang berbeda dari pada batik-batik lain merupakan perpaduan atau hasil akulturasi budaya seni batik Jawa, Campa dan Cina. Batik ini bahkan disimpan dan dapat dilihat di museum Teluk Pinang, Malaysia.

Maka pada even ini, Lasem sebagai satu-satunya daerah penghasil Batik Tulis Lasem akan membuat Pasar Batik Tulis Lasem selama perayaan Haul berlangsung, yakni dari tanggal 15 Oktober – 19 Oktober 2013. Lokasi Sepanjang Jalan Masuk Desa Soditan, atau sebelah utara perempatan Masjid Jami’ Lasem.

5. Penyelenggaraan Qurban
Kegiatan Haul Mbah Sambu dan Mbah Srimpet yang ramaikan juga dengan kegiatan Festival Lasem kebetulan sekali memang bebarengan dengan Hari Raya Idul Adha yang dalam tradisi muslim akan dilaksanakan tradisi penyembelihan hewan kurban. Maka pada kegiatan ini, Penyelenggaran Qurban akan di laksanakan dari tanggal 15 Oktober – 17 Oktober 2013 di Masjid Jami’ Lasem.

6. Panggung Budaya
Kegiatan ini berisi pementasan-pementasan teater dan kesenian tradisional Wayang Bengkong. Yang akan dilaksanakan di kawasan Kampung Seribu Lampion atau di desa Karang turi, Lasem. Jadwal Kegiatan antara lain pada tanggal 16, 17, dan 18 Oktober 2013.

7. Lomba Pidato dan Lomba Hadroh
Merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Haul Mbah Sambu, dan Mbah Srimpet. Kegiatan dilaksanakan selama tanggal 16 Oktober dan 17 Oktober 2013 di Masjid Jami’ Lasem.

8. Pawai Lasem dari Masa Ke Masa
Kegiatan Haul Mbah Sambu dan Mbah Srimpet pada tahun-tahun sebelumnya memang selalu diadakan, maka pada kesempatan ini Kegiatan Karnaval akan dikemas sedemikian rupa dengan tema Lasem dari Masa Ke Masa, yang mana diharapkan pada pawai ini dapat menjadi Kaca Benggala bagi masyarakat Lasem khususnya juga para pengunjung untuk menatap Lasem dahulu-dahulunya dimulai pada Zaman Majapahit, Masa mulai masuknya islam, sampai pada masa Zaman Kolonial Belanda. Kegiatan berlangsung pada tanggal 18 Oktober 2013.

9. Khitanan Massal
Kegiatan ini menjadi rangkaian kegiatan peringatan Haul Mbah Sambu, Mbah Srimpet yang dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2013.

11. Pengajian Akbar dalam rangka Haul Mbah Sambu dan Mbah Srimpet
Kegiatan ini dapat dikatakan adalah salah satu kegiatan penting dalam semua rangkaian kegiatan. Kegiatan berupa pengajian dan doa bersama ini akan diadakan pada malam hari, tanggal 18 Oktober 2013.

12. Haul Mbah Srimpet
Kegiatan berupa tahlil dan doa bersama untuk peringatan Haul Mbah Srimpet pada tanggal 18 Oktober 2013.

Dalam catatan Carita Sejarah Lasem gubahan R.P. Kamzah (1858 Masehi) dan ditulis ulang oleh R.P. Karsono (1920 Masehi): Mbah Srimpet adalah salah satu tokoh Adipati Lasem yang diangkat oleh Sultan Pajang pada masa itu dan mendapat gelar Pangeran Tejakusuma I dan memerintah Lasem pada tahun 1507 Syaka (1585 Masehi) – 1575 Syaka (1653 Masehi). Nama asli beliau adalah Teja Bagus Srimpet atau Ki Ageng Giring II. Pada tahun beliau diangkat menjadi Adipati Lasem (1585 Masehi), kemudian dibangun pula Masjid Jami’ Lasem yang menjadi masjid besar kota Lasem. Maka dapat dikatakan bahwa Mbah Srimpet atau Teja Bagus Srimpet atau Ki Ageng Giring II atau Pangeran Tejakusuma I Adipati Lasem yang pertama membangun pertama kali Masjid Jami’ Lasem.

Dalam catatan ini pula diceritakan bahwa demi kepentingan kebutuhan syiar agama Islam yang ada di Lasem, maka pada tahun 1625 Masehi beliau mengundang seorang guru besar agama Islam dari Tuban bernama Syeh Maulana Sham Bwa Smarakandhi atau yang biasa disebut Mbah Sambu atau Sayyid Abdurrahman bin Hasyim bin Sayyid Abdurrahma Basyaiban.

13. Haul Mbah Sambu
Kegiatan berupa tahlil dan doa bersama untuk peringatan Haul Mbah Sambu pada tanggal 19 Oktober 2013.

Dalam catatan Carita Sejarah Lasem gubahan R.P. Kamzah (1858 Masehi) dan ditulis ulang oleh R.P. Karsono (1920 Masehi), nama beliau adalah Syeh Maulana Sham Bwa Smarakandhi dan masyarakat sekitar akhirnya menyebut beliau dengan nama Mbah Sambu. Tetapi, dalam prasasti marmer berukuran kecil bertuliskan huruf arab menyatakan bahwa nama asli beliau adalah Sayyid Abdurrahman bin Hasyim bin Sayyid Abdurrahma Basyaiban. Beliau berasal dari Tuban dan menetap di Lasem untuk kemudian berdakwah dan menjadi guru agama bagi masyarakat Lasem pada abad ke 15 Masehi. Kharisma beliau begitu dikenal terutama bagi kalangan pesantren di Indonesia, khususnya di jawa. Dari beliau jugalah Ulama-Ulama di Lasem lahir, sehingga sampai sekarang banyak sekali pondok-pondok pesantren di daerah lasem sehingga Lasem juga dikenal dengan sebutan Kota Santri.

RUNDOWN HAUL MBAH SAMBU, MBAH SRIMPET, DAN FESTIVAL LASEM

Napak Tilas Pejuang Perang Lasem
Lasem, 13 Oktober, 09.00-selesai

Kampung 1000 Lampion (8 Hari)
Desa Karangturi – Lasem, 13-20 Oktober 2013, selama Festival berlangsung

Exhibition (6 Hari)
1. Pameran Foto Arkeologi dan Seni Lukis (6 Hari)
di Desa Karangturi – Lasem, 14-20 Oktober 2013, 20.00 – selesai

2. Pasar Batik Lasem (5 Hari) diikuti 40+ pengusaha batik tulis Lasem
di Desa Soditan – Lasem, 15-19 Oktober 2013, 09.00-selesai

Panggung Budaya (3 Hari)
Desa Karangturi – Lasem, setiap 19.00 wib – selesai
1. Pentas Wayang Bengkong, 16 Oktober 2013
2. Pentas Teater “Ataru” SMA 2 Rembang, 16 Oktober 2013
3. Pentas Teater “Mangga Pisang Jambu” Semarang, 17 Oktober 2013
4. Pentas Teater “Lingkar” Semarang, 19 Oktober 2013

Haul Mbah Sambu, Mbah Srimpet di Masjid Jami’ Lasem
1. Penyelenggaraan Qurban : di Masjid Jami’ Lasem, 15-17 Oktober 2013
2. Lomba Pidato, 16 Oktober 2013, pagi-selesai
3. Lomba Hadroh, 17 Oktober 2013, pagi-selesai
4. Haul Mbah Srimpet, 18 Oktober 2013, 06.00 wib – selesai
5. Pengajian Akbar Haul Mbah Sambu, Mbah Srimpet, 18 Oktober 2013, 19.00 wib -selesai
6. Khotmil Qur’an, 19 Oktober 2013, 07.30-12.00 wib
7. Haul Mbah Sambu, 19 Oktober 2013, 14.00-17.00 wib

Carnival
1. Pawai “Lasem dari Masa ke Masa”, 18 Oktober 2013, 14.00 wib – selesai
Rute : Start Desa Karangturi, Soditan, Sumber Girang, sampai Parkiran Masjid Jami’ Lasem

2. Lasem Batik Carnival, 20 Oktober 2013, 13.00-selesai.
Rute : Start Desa Karangturi – Masjid Jami’ Lasem

Penyelenggara
Panitia Haul Mbah Sambu, Mbah Srimpet, dan Festival Lasem 2013

Sekretariat Panitia FESTIVAL LASEM :
Desa Gedongmulyo RT 04 RW 01,
Lasem-Rembang-Jawa Tengah- Indonesia, 59271
Telp. 0295-532022, Hp. 081325315999 / 085325325666

Info Facebook :
Fansepage : https://www.facebook.com/FestivalLasem
Event : https://www.facebook.com/FestivalLasem

Tentang Ahma Indraki

Sudah menulis 12 artikel di blog ini.

Suka dengan dunia blogging

One Response to Lasem Punya Gawe, Festival Lasem 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
[+] parampaa emoticons by masova, Edited by loewyi Modified from nartzco