Ketika Uang tidak Berputar di Rembang

Sejenak mari kita bayangkan ketika masyarakat satu Desa saja membeli barang-barang yang sama pada Penjual yang sama. Gara-gara mendapat Diskon 75% atau bahkan 90%. Dibuka tanggal sekian ditutup tanggal sekian dalam jangka waktu yang terbatas (limited time). Apakah si Penjual akan RUGI? Nggak khan! Apalagi yang membeli dari seluruh Kabupaten. Padahal jika kita selidiki lebih dalam lagi, Apakah si PEMBELI mengetahui harga Pabrik/Produsen yang memproduksi Barang tersebut? tentunya hanya sedikit yang tahu, atau bahkan TIDAK ADA YANG TAHU.

Tentu tidak heran lagi tiap keluarga sekalipun di desa memiliki Telepeon Selluler/Handphone (HP), tiap bulan atau tiap habis pulsa mereka terpaksa mengisi pulsa untuk dapat mengaktifkan [lagi] HP-nya. Tidak hanya HP-nya sendiri tapi juga HP anak-anaknya. Hhmm… !

Berapa duit para Operator Selluler menggelontorkan dana hanya untuk sekedar mengingatkan (remainder) kepada para pemirsa Penonton TV di seluruh Nusantara sampai pelosok Desa? Kalo tidak salah Milyaran! Wow! Apakah si Operator Selluler tersebut RUGI? kayaknya sih bakal merugi, tetapi KEUNTUNGAN yang didapat tidak sebanding dengan ke-RUGI-an yang dialami.

 

Perlu ada support dari Pemkab

Saya bermimpi suatu saat Rembang dipimpin oleh seorang bupati yang tidak hanya mementingkan peluang-peluang dari investor kelas kakap tetapi juga memikirkan usaha rakyat kecil kebanyakan. Sebuah mimpi yang mungkin juga dimiliki oleh teman-teman Gerbang yang lain, dimana bapak bupati dan anggota dewan yang terhormat tidak melulu ribut-ribut soal investasi pembangunan pabrik-pabrik dan mega proyek di Rembang.

 

Soal Pendirian SPBU

 

Soal Pendirian Mini Market

Tentang digital4rmy

Zaidun Zulkarnain Sudah menulis 2 artikel di blog ini.

ndang di-approve..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
[+] parampaa emoticons by masova, Edited by loewyi Modified from nartzco