Home » Archives by category » Pendidikan

Aksen “Medok” pada Masyarakat Nelayan Rembang

Rembang merupakan sebuah kabupaten yang terletak di antara Propinsi Jawa Tengah dan Propinsi Jawa Timur. Letak kabupaten Rembang yang sebelah timurnya tepat diapit laut Jawa menjadikan masyarakat kabupaten ini mayoritas bermatapencaharian sebagai nelayan. Meskipun banyak di antaranya yang berdagang atau bertani, usaha dalam bidang perairan di laut masih mendominasi aktivitas mereka sehari-hari. Kegiatan mereka yang […]

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi beberapa hal yaitu (i) Keanekaragaman spesies tumbuhan mangrove, (ii) permasalahan konservasi ekosistem mangrove, (iii) upaya pemulihan ekosistem mangrove di wilayah pantai kabupaten Rembang. Penelitian deskriptif ini dikerjakan dengan metode kualitatif pada Juni sampai Desember 2003 di tiga situs habitat mangrove kabupaten Rembang yaitu Pecangakan, Pasar Banggi, dan Lasem. Data […]

Continue reading …

Semalam chek TL di twitter @bloggerrembang salah satu admin sedang kultuit membahas elemen merek yang penting diperhatikan untuk pelaku industri kreatif dan personal branding. Menarik kultuitnya. Berikut saya copas dari TL @bloggerrembang: ==== 1.Yuk ngomongin #BrandElement #Brand supaya produkmu lebih yahudh! 2. Dalam buku Strategic Brand Management, idealnya sebuah merek tidak berdiri sendiri #BrandElement #brand […]

Continue reading …

Judul Buku: Gadis Pantai Penulis: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Hasta Mitra, 2000 Tebal: 239 halaman Pramoedya Ananta Toer, lewat novel ini ia menceritakan tentang perikehidupan seorang gadis belia yang dilahirkan di sebuah kampung di pantai utara, Kabupaten Rembang. Gadis pantai lahir dan tumbuh di sebuah kampung nelayan di jawa tengah, kabupaten rembang. Seorang gadis yang […]

Continue reading …

Judul Buku: Blandong: Kerja Wajib Eksploitasi Hutan di Rembang Abad Ke-19 Penulis: Drs.Warto, M.Hum Penerbit: Pustaka Cakra, 2001 Tebal: 266 halaman Sinopsis Terjadinya degradasi lingkungan hutan di Indonesia sudah berlangsung sejak lama dan mempunyai akar sejarah yang panjang. Rusaknya lingkungan hutan telah mengancam hilangnya sumber daya subsustensi penduduk dan kelestarian ekosistem secara keseluruhan. Dalam konteks […]

Continue reading …

Berbicara tentang Ponpes Al-Anwar tidak bisa dilepaskan dari figur KH Maimoen Zubair, 81 tahun, sebagai pendiri sekaligus pengasuhnya. Mbah Moen –begitu sapaannya– adalah orang yang paling berperan dalam mengembangkan Ponpes Al-Anwar. Mbah Moen berjuang sejak dari nol hingga Al-Anwar berkembang demikian pesat, baik dari sisi jumlah santri maupun luas area kompleks pesantren. Ketika beberapa pondok […]

Continue reading …

Sebelum sinar matahari memerahkan cakrawala timur, lantunan ayat-ayat suci Al-Quran berkumandang di seantero kompleks. Hanya azan dubuh yang mampu menyenyapkan kumandang Al-Quran itu. Dilanjutkan dengan salat berjamaah yang diikuti ribuan santri. Itulah suasana sehari-hari di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Usai menuaikan salat subuh, santri bersiap-siap mengikuti pendidikan. Begitu matahari timbul di […]

Continue reading …

Tanpa terasa, lembaran tahun 2012 hampir berakhir. Seperti biasa kita melewatinya biasa saja. Sejarah berlalu begitu saja tanpa ada kesadaran belajar dari sejarah. Gundah gulana orang bijak melihat manusia dengan nalar liarnya dan indra perasa yang mulai buta. Perubahan tatanan kehidupan masyarakat baik masalah ekonomi, sosial maupun pendidikan, kiranya urgent untuk diperbincangkan. Rerasan perubahan zaman […]

Continue reading …

Yahudi memang terkenal akan stigma kekejamannya mengekspansi daratan palestina, kapitalismenya, konspirasinya. Tapi ketika kita sejenak berfikir? mengapa yahudi bisa seperti itu dan bertindak semaunya. Karena mereka menguasai segalanya dan ahli dalam bidangnya. Pengembangan kualitas hidup orang Yahudi lebih maju 1000 abad dari bangsa kita, secara intelektual kita sangat tertinggal jauh, contoh saja Albert Einstein dengan […]

Continue reading …

Pendidikan merupakan garda depan kemajuan suatu bangsa, karena dengan pendidikan, masyarakat bisa berfikir kritis, logis dan berpengetahuan. Tentunya harus ada usaha berkelanjutan dan dukungan segenap pihak untuk benar-benar mencetak generasi emas Indonesia. Tapi mungkin 1000 tahun lagi, karena realita yang ada seperti ini contohnya di Rembang Telaah Ngawur * Masih banyak failure paradigm (paradigma yang […]

Continue reading …