Bodho Kupat

Kupan dan Lepet

Kupat dan Lepet

Do'a bersama di Musholla

Do’a bersama di Musholla


Umat Islam memiliki cara yang berbeda-beda dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri, akan tetapi pada hakikatnya sama, yaitu silaturahim, bertatap muka, berbagi, Saling memaafkan satu sama lain, dan tentunya dalam rangka memperingati hari kemenangan.

Rembang. Mayoritas orang, menyebut Hari Raya Idul Fitri dengan istilah Bodho Riyoyo/Bodho Gedhe, sedangkan Hari Raya Idul Adha disebut dengan Bodho Qurban. Selain dua Hari Raya tersebut ada tradisi lebaran setelah Hari Raya Idul Fitri yaitu Bodho Kupat. Bodho Kupat diperingati pada hari ke tujuh setelah Hari Raya Idul Fitri. Sebagian orang mengatakan, dinamakan Bodho Kupat karena pada peringatan ini makanan khasnya yaitu ketupat. Selain itu para warga juga membuat lepet sebagai cemilan tambahan. Ketupat terbuat dari nasi yang dibungkus janur(daun kelapa)/ lontar yang dibentuk jadi ketupat, sedangkan lepet terbuat dari ketan yang dicampur parutan kelapa/ kacang tunggak, lepet ini bentuknya lonjong.
Idul Fitri diperingati setelah umat islam melaksanakan puasa wajib satu bulan penuh di bulan Ramadhan, sedangkan Bodho Kupat diperingati setelah puasa sunah 6 hari di bulan syawal untuk itu Bodho Kupat ini peringati hari ke 7 setelah tanggal 1 syawal. Perintah puasa ini terdapat dalam hadist.
Dari Abu Ayyub Radhiyallahu ‘anhu:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Siapa yang berpuasa Ramadhan dan melanjutkannya dengan 6 hari pada Syawal, maka itulah puasa seumur hidup’.” [Riwayat Muslim 1984, Ahmad 5/417, Abu Dawud 2433, At-Tirmidzi 1164]

Perintah puasa 6 hari di bulan syawal ini tidak harus langsung, bisa juga dikerjakan pada tanggal tertentu di bulan syawal.
Di daerah Rembang, khususnya di desa Doropayung, kecamatan Pancur. peringatan Bodho Kupat ini ditandai dengan berkumpulnya warga di masjid/musholla dengan membawa ketupat beserta sayurnya dan lepet kemudian dipimpin do’a oleh pemuka agama/modhin dan diakhiri dengan makan bersama. Setelah kegiatan ini para warga mengajak sanak saudaranya untuk piknik/rekreasi. Uniknya mayoritas warga berkunjung ke Dampo Awang Beach yang dulu namanya Pantai Kartini, semua warga Rembang tumpah ruah di tempat rekreasi tersebut. Bahkan tidak sedikit badan jalan dekat tempat tersebut dipakai untuk membuka lapak dagangan karena banyaknya pengunjung. Moment inilah yang mampu menyatukan warga Rembang setiap tahunnya. Tidak sedikit warga yang bilang belum afdhol kalau Bodho Kupat belum berkunjung ke tempat tersebut.
Apakah di tempat kalian juga sama?

Tentang Doel Mujib

Moch. Abdul Mujib Sudah menulis 1 artikel di blog ini.

Arek Doropayung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
[+] parampaa emoticons by masova, Edited by loewyi Modified from nartzco